Senin, 24 Oktober 2011

Draft Jadwal Persija musim 2011/2012


Berikut Draft Jadwal PERSIJA Jakarta Putaran 1 di ISL 2011/2012 :

3 Desember 2011 Persija vs Persiba Bantul

7 Desember 2011 Persija vs Persijap

13 Desember 2011 Pelita Jaya vs Persija

17 Desember 2011 Sriwijaya vs Persija

6 Januari 2012 Persija vs Persiwa

10 Januari 2012 Persija vs Persipura

17 Januari 2012 PSPS vs Persija

25 Januari 2012 Persela vs Persija

29 Januari 2012 Persib vs Persija

4 Februari 2012 Persija vs Persidafon

8 Februari 2012 Persija vs Deltras

15 Februari 2012 Persiba vs Persija

19 Februari 2012 Arema vs Persija

11 Maret 2012 Persija vs Persisam

15 Maret 2012, Persija vs Mitra Kukar

25 Maret 2012, Semen Padang vs Persija

29 Maret 2012 Persiraja vs Persija. 


Jadwal Persija Jakarta Putaran 2 di ISL 2011/2012 :

15 April 2012 Persija vs Semen Padang 

19 April 2012 Persija vs Persiraja 

29 April 2012 Mitra Kukar vs Persija

3 Mei 2012 Persisam vs Persija

13 Mei 2012 Persija vs Persiba

17 Mei 2012 Persija vs Arema

27 Mei 2012 Persidafon vs Persija

31 Mei 2012 Deltras vs Persija

7 Juni 2012 Persija vs Persela

10 Juni 2012 Persija vs Persib

15 Juni 2012 Persija vs PSPS

24 Juni 2012 Persiwa vs Persija

28 Juni 2012 Persipura vs Persija

2 Juli 2012 Persija vs Pelita Jaya

6 Juli 2012 Persija vs Sriwijaya

11 Juli 2012 Persiba Bantul vs Persija

15 Juli 2012 Persijap vs Persija


Jadwal ini baru sebatas Draft, kompetisi ISL sendiri rencananya akan bergulir mulai 1 Desember 2011 !!!
Sumber (Jak Online)

Kamis, 06 Oktober 2011

Supporter Persija Serbu Kantor PSSI di Senayan


Jakarta – Suporter Persija Jakarta, The Jakmania, melakukan aksi damai di depan kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2011). Mereka mempertanyakan keputusan PSSI yang meloloskan Persija versi Hadi Basalamah.

Sekitar 200 orang The Jakmania mendatangi kantor PSSI sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka yang mengenakan atribut oranye khas Persija ini berasal dari berbagai komunitas seperti Jakaskus, JakOnline, Orange Street Boys, Tiger Boys, Jakantor, dan Jakampus.

Setibanya di depan kantor PSSI, mereka meneriakkan berbagai yel-yel dan berorasi. Mereka juga membentangkan kain putih untuk menuliskan tanda tangan dan aspirasi mereka.

Dalam orasinya, The Jakmania memberikan dukungan kepada Persija pimpinan Ferry Paulus (PT. Persija Jaya Jakarta) yang oleh PSSI tidak diloloskan dalam proses verifikasi kompetisi. Mereka menilai Persija versi Ferry-lah yang sah dan paling berhak untuk ikut kompetisi musim depan.

Alasannya, Ferry secara sah terpilih sebagai Ketua Umum Persija lewat Rapat Umum Anggota. Persija versi Ferry juga lebih unggul dalam proses verifikasi. Terlebih lagi, beberapa ikon pemain Persija seperti Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan juga bernaung di Persija versi Ferry.

The Jakmania tak rela apabila yang berkompetisi di Liga Indonesia musim depan adalah Persija versi Hadi Basalamah (PT. Persija Jaya). Mereka menilai keputusan PSSI yang meloloskan Persija versi Hadi yang cuma memiliki poin verifikasi 11 sebagai sesuatu yang janggal.

“Kami mohon kebijaksanaan PSSI. Kami tidak mendukung Ferry Paulus sebagai personal. Kami mendukung ketua umum Persija yang sah,” kata perwakilan The Jakmania, Dicky Budi Ramadhan.

“Di sini kami sebagai pecinta Persija. Kami bukan orang siapa-siapa. Kami bukan orang bayaran,” tambahnya.

“Kita tetap mendukung Persija. Tapi, kami ingin para pemain tidak bermain di tim yang salah,” ujar Dicky.

Aksi The Jakmania ini berjalan lancar dan damai, dan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.

#SavePersija

Senin, 03 Oktober 2011

Kronologis "Kisruh" di Persija

JakCileboet-Berikut Kronologis PT yang selama ini ada di Persija, mulai dari PT. Persija Jaya, PT. Persija Jaya, dan PT. Persija Jaya Jakarta PT Persija Jaya dibentuk untuk memenuhi persyaratan kepesertaan Persija di ISL 2008-2009  PT Persija Jaya sahamnya dimiliki oleh 7 orang (DS,MN,PG,BE,BC,SS dan ZU) dengan janji bahwa nanti klub2 amatir akan dibagi saham sehingga Ketua Umum Persija TTmemberikan mandate untuk menjadi Administrator Persija di ISL 2008-2009  PT Persija Jaya mengalami masa sulit akibat “partai usiran” di Solo, Malang dan Jepara sepanjang musim 2008-2009.  PT Persija Jaya kemudian mencari investor baru, dan muncullah nama Edy Joenardi Mayoritas klub amatir Persija tidak setuju dengan Edy Joenardi, Pemda DKI “keberatan” sehingga Ketua Umum Persija TT secara resmi menolak rencana Edy Joenardi masuk ke Persija.  Kemudian TT mencabut mandat PT Persija Jaya sehingga PT Persija Jaya VAKUM.    Memasuki musim 2009-2010 sebenarnya Persija tidak memiliki badan hukum pada saat pendaftaran, namun mendapatkan kelonggaran dari PSSI dan BLI.  Baru pada pertengahan musim dibentuk PT Persija Jakarta. Namun pembentukan PT ini tidak mulus dikarenakan Pemda DKI keberatan dengan komposisi kepemilikan saham serta manajemen.  Sementara TT juga tidak kunjung mendapatkan persetujuan dari KSAL untuk menjabat sebaga Komisaris Utama PT Persija Jakarta. (Salah satu hal adalah dikarenakan TT diadukan melakukan tindakan korupsi oleh BC, hal ini kemudian tidak terbukti).  PT Persija Jakarta kemudian tidak mendapatkan pengesahan dari Menkumham.    Menjelang musim 2010-2011 dibentuk PT Persija Jaya Jakarta (Benny Erwin sebagai Direktur Utama) dan mendapat mandate dari TT sebagai administrator Persija musim 2010-2011. Pada tanggal 30 Juli 2011 Persija mengadakan RUA di Hotel Grand Cempaka dan menghasilkan Ferry Paulus sebagai Ketua Umum yang baru Tanggal 9 Agustus 2011 PT Persija Jaya Jakarta mengadakan Rapat Umum pemegang Saham Luar Biasa dan menghasilkan susunan manajemen yang baru yaitu :  Saifullah (Walikota Jakpus) dan FP sebagai Direktur Utama.
Susunan Manajemen PT Persija Jaya :

Komisaris Utama :  Djajat Sudrajat (almarhum)

Komisaris                : M. Nigara

Komisaris                : Pintor Gurning    


Direktur Utama    : Benny Erwin

Direktur               : Bambang Sutjipto

Direktur               : Soni Sumarsono

Direktur               : Zulfikar Utama    


7 Nama diatas sekaligus menjadi pemegang saham PT Persija Jaya. Masalah KRUSIAL :

1. Sejak awal (tahun 2008) M.Nigara tidak pernah menyatakan persetujuan menjadi Komisaris ataupun menjadi pemegang saham namun tiba-tiba namanya sudah tercantum di Akta Notaris pendirian PT.

2. Secara Legal Formal, PT Persija Jaya dimiliki oleh 7 nama diatas tersebut. (BUKAN MILIK klub2 amatir Persija)

3. PT Persija Jaya pada tahun 2009 hampir menjual saham dan hak pengelolaan Persija kepada Edy Joenardi , tanpa sepengetahuan Ketua Umum Persija saat itudan persetujuan klub2 amatir Persija( Hal ini membuat Ketua Umum saat itu Toni Tobias mencabut mandate pengelolaan Persija dari PT Persija Jaya).  Untung hal ini tidak terjadi karena akhirnya ketahuan siapa Edy Joenardi itu sebenarnya. Sejak itu PT Persija Jaya VAKUM.

4. Pada Agustus 2011 Bambang Sutjipto mendaftarkan PT Persija Jaya untuk mengikuti Verifikasi PSSI (Bambang Sutjipto mengaku sebagai Direktur Utama PT Persija Jaya),  Dokumen yang diserahkan hanya Akta Notaris Pendirian PT serta Pengesahan PT dari Menkumham.  Makanya nilai verifikasi mereka hanya 11.

5. Benny Erwin merasa bahwa dirinya sebagai Direktur Utama PT Persija Jaya tidak diberitahu oleh Bambang Sutjipto bahwa PT Persija Jaya akan mendaftar ke PSSI.

6. Setelah berbagai manuver politik yang dilakukan gagal, maka secara tiba2 PT Persija Jaya mengubah susunan Direksi,  Pintor Gurning ditunjuk menjadi Direktur Utama dan hal ini langsung diberikan sebelum Rapat Exco PSSI Jumat yang lalu sehingga keputusan Rapat Exco PSSI memutuskan PT Persija Jaya sebagai administrator Persija di Kompetisi berikut dengan alasan seperti yang diberitakan di media massa.

#SAVEPERSIJA
Sumber : (JakOnline)